Pengrajin Gitar Home Made di Solo

Pengarajin Gitar Home Industri di Solo

          Desa Baki, Mancasan, Solobaru Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memang terkenal sejak lama dengan sebutan ‘Desa Gitar’, karena pada umumnya para pengarajin di desa ini mempunyai keahlian membuat alat musik bersenar yang disebut gitar. Produk buatannya pun telah melanglang buana keberbagai daerah diseluruh penjuru Indonesia, bahkan keluar negeri.

          Ya, Desa ini memang terkenal sebagai daerah home industry gitar. Sejak 1980-an para pengrajin di desa ini mulai merintis usaha pembuatan gitar. Kian lama, kian banyak warga yang ikut membuat gitar dan lambat laun daerah ini dikenal dengan nama ‘Desa Gitar’.

          Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk meliput dan mewawancarai salah seorang pengrajin gitar di Desa Baki untuk tugas kuliah saya. Berawal dari perjalanan akhir tahun saya pada Desember 2012, saya bersama beberapa teman saya ke Jogjakarta dan Solo, teman saya berniat untuk membuat gitar listrik custome dan contra bass custome di Solo. Dari situ saya mempunyai ide untuk melakukan liputan tugas saya dari kampus. Setelah menghubungi beliau dan membuat janji untuk melakukan liputan akhirnya saya berangkat ke Solo awal bulan lalu. 

          Adalah Sayuk, pria yang mulai merintis usaha ini pertama kali di desanya. Pria ini mulai merintis usaha tersebut pada awal tahun 1980. Beliau salah satupioneer pembuat gitar di Desa Baki tersebut. Ketika ditemui dikediamannya, beliau bercerita banyak tentang usahanya yang dirintis di desanya sehingga desanya bisa terkenal seperti sekarang. 

          “Awalnya saya buat gitar pada saat saya bekerja disalah satu perusahan gitar, setelah keluar, saya mencoba membuat gitar sendiri. Tapi bahan baku saya masih membeli sendiri. Dulu cuma modal seribu rupiah, saya bisa buat gitar bagus.” ujarnya. Dari situlah pria ini mulai mengembangkan pembuatan gitar dirumahnya dengan mempekerjakan sebagian warga desa di Baki. Hingga sekarang banyak bekas pekerjanya membuat usaha sendiri dirumahnya masing-masing. Ketika ditanya apa takut usahanya tersaingi dengan warga lain yang juga bekas muridnya, pria tersebut berkata “Saya malah senang mereka bisa membuat usaha sendiri, dengan kata lain saya membantu perekonomian warga di desa ini. Mereka juga berterimakasih banyak ke saya karena sudah pernah dipekerjakan disini sehingga mereka memperoleh ilmu untuk membuat gitar sendiri. Jadi kalo saya sedang banyak pesanan dari beberapa tender kadang saya suka lempar ke yang lain.” ujarnya sambil tersenyum. 

          Selain membuat gitar, disini juga bisa membuat alat musik lain seperti bass, contrabass, biola, banjo, chelo dan beberapa alat musik lainnya.

          Pria ini juga telah banyak membuat gitar cutome beberapa musisi lokal di Indonesia maupun di daerahnya. “Waktu saya pernah dapet pesanan gitar dari Mas Balawan, Mas Setiawan Djody sampe Mas Didi Kempot juga pernah buat gitar disini. Mereka langsung ketemu saya ngobrolin spesifikasi bahan yang mau digunain sampe model dan warna gitarnya.” ujarnya. “Kalo pesanan terbanyak biasanya dari tender gitar didaerah Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan Solo. Biasanya pesanannya bisa sampe 200 gitar bahkan lebih, kebanyak dari showroom gitar dengan merk lokal yang bisa diliat ditoko musik di Indonesia. Untuk keluar negeri paling banyak ke Amerika Serikat, Inggris sama Australia, terakhir saya baru kirim ke Yunani untuk 100 gitar buat sekolah musik disana” sambungnya.

          Pria ini juga mengajak keliling desa tersebut dan menunjukan banyaknya rumah yang juga membuat gitar dan showroom gitar sendiri. Kebanyakan mereka bekas para pekerja yang dulu pernah bekerja dengan beliau. Dalam liputan kali ini saya juga mengikuti proses pembuatan gitar dirumahnya, saat itu ada lebih 200 gitar yang sedang dikerjakan oleh pekerjanya. Tendernya kali ini memesan gitar akustik untuk dikirim kedaerah Surabaya. (EDP, 2013)

2 responses

  1. Saya mau buat Kontra Bass kualitas yg bagus sekali, mohon minta informasi alamat pengrajinnya dimana, no Hp yg bisa di hubbungi berapa ?

    1. Alamat jelasnya saya kurang tau mas, soalnya saya dijemput di Stasiun Solo Balapan sama ownernya langsung, silahkan hubungin ownernya. Bapak Sayuk: 081225155157/081548586150. Terimakasih udah mampir kesini :))

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 847 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: